RSS

Masyarakat Madani

01 Dec

Masyarakat madani (Civil Society) adalah suatu komunitas masyarakat yang memiliki “kemandirian aktivitas warga masyarakatnya” yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat, dan agama, dengan mewujudkan dan memberlakukan nilai-nilai keadilan, prinsip kesetaraan (persamaan), penegakan hukum, jaminan kesejahteraan, kebebasan, kemajemukan (pluralisme), dan perlindungan terhadap kaum minoritas. Dengan demikian, masyarakat madani merupakan suatu masyarakat ideal yang dicita-citakan dan akan diwujudkan di bumi Indonesia, yang masyarakatnya sangat plural.

Karakteristik Masyarakat Madani

Karaketeristik masyarakat madani terbagi dalam dua kategori :

Pertama : Karakteristik Primer

  • Masyarakat Intelektual.
  • Masyarakat Spiritual.
  • Masyarakat Moral.
  • Masyarakat Hukum.
  • Masyarakat Berperadaban.

Kelima karakteristik tersebut selanjutnya dapat disederhanakan melalui pendekatan religius, dengan istilah masyarakat religius (baca; masyarakat Islami). Yaitu masyarakat yang merefleksikan tatanan dan sistem hidup (way of life) yang integral sebagaimana yang terdapat dalam ajaran agama (baca: Islam).

Kedua : Karakteristik Sekunder

  • Masyarakat Demokratis.
  • Masyarakat Moderat. Al-Qur’an menyebut masyarakat ini dengan “ummatan wasatho” (ummat yang tengah-tengah)
  • Masyarakat Mandiri (independent) dan Bertanggungjawab (responsible).
  • Masyarakat Profesional.
  • Masyarakat Reformis.

Adapun Model yang paling mampu mengakomodasi seluruh karakteristik Masyarakat madani di atas adalah model masyarakat pendidikan, dimana yang dimaksud dengan masyarakat pendidikan adalah setiap pertemuan dan hubungan antara manusia yang menimbulkan situasi pendidikan dan dihayati sebagai yang mewajibkan.”

Pendidikan adalah sistem alternatif yang melahirkan masyarakat, dan masyarakat adalah komponen suatu negara yang paling bertanggung jawab dalam keberhasilan sistem pendidikan, atau seperti yang dikemukakan Hasan Langgulung: “Pendidikan itu salah satu lembaga sosial yang bersumber pada falsafah setiap bangsa (baca masyarakat). Pendidikan itulah yang membawanya ke alam ujud”.

Dengan demikian, konsep pendidikan Islam dapat diasumsikan sebagai alternatif dan media unggulan untuk mewujudkan sebuah masyarakat ideal, yaitu Masyarakat Madani. Untuk lebih definitif dan spesifiknya, asumsi ini didukung sejumlah data faktual, yaitu:

Konsepsi Pendidikan Islam memiliki visi dan misi universal dan Integral serta cukup definitif dalam sistem dan tujuan pendidikannya.

Konsepsi Pendidikan Islam memiliki karakteristik yang mampu menyatukan seluruh komponen manusia dan kehidupan secara sinergis, dan prosedur serta proses yang feasible dan predictable dalam tujuan dan model kepribadian di tingkat individual dan peradaban di tingkat sosial yang diinginkan.

Model dan karakteristik Masyarakat Madani dengan seluruh komponen dan tuntutan-tuntutannya dapat diakomodasi oleh Konsep Pendidikan Islam.

 

 
Leave a comment

Posted by on December 1, 2010 in PKN

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: